Menikah Beda Suku

menikah-beda-suku
Gambar saya ambil dari pinterest, lalu saya edit.

Menikah beda suku? Siapa yang menyangka pada akhirnya saya akan dinikahi oleh pemuda dari pulau seberang. Sebelum menikah, nggak pernah tuh kepikiran pengen punya Suami orang luar Jawa. Alasannya, Ibu sudah mewanti-wanti, mbok nikahnya sama orang Jawa aja, biar kalo mau ketemu besan itu gampang. Karena, selama punya besan (Mertua Mas dan Mbak) jarang banget ketemu. Secara, dua Mbak saya menikah dengan orang Nusa Tenggara Timur, dan Mas saya menikah dengan Orang Jakarta. Praktis, bisa ketemu besan adalah kesempatan langka bagi Orang Tua saya. Malah, sama sekali belum pernah jumpa tuh dengan Orang Tuanya Papanya Nadya. Hanya berkomunikasi lewat telepon aja.

Naaah, waktu saya mengutarakan ke Bapak, bahwa ada Pemuda dari Batam, keturunan Sulawesi-Sumatera yang akan datang melamar (Suami lahir dan besar di Palembang, Orang Tuanya keturunan Bugis-Bone, Sulawesi Selatan. Pas Suami kelas satu SMA, sekeluarga pindah ke Batam), awalnya Bapak keberatan. Menurut Bapak, orang Sumatera dan Sulawesi itu keras (Mungkin keras tabiatnya ya? Namun lembut hatinya. Hihihi). Apalagi, keluarganya sudah menetap di Batam, yang sebagian orang menganggap kota gelap eh gemerlap. Belum lagi ketika Bapak nanya, “Kamu kenal dia dimana?” Dyeeeng.. Bingung deh mau jawabnya. Secara kan kami ta’aruf, jadi baru mau ketemu ya kalo calon Suami mau nadzhor. Hihihi.

Untunglah, proses nadzhor hingga lamaran kami berjalan lancar. Bapak dan Ibu merestui kami. Saat beliau datang nadzhor, dijelaskan bagaimana mulanya kami saling kenal, hingga ini ada Mahasiswa baru Yudisium kemarin sore untug-untug naik motor Jogja-Cilacap cuma buat ngelamar anak orang, hihihi. Lucu sih, secara, kami sama-sama kuliah di Jogja meski beda kampus. Sama-sama kajian di Masjid Al-Ashri, Masjid Pogung Dalangan, Masjid Pogung Raya, eh ketemunya di rumah orang tua saya. Pas ketemu sekali, langsung dilamar pula. Maa syaa ALLAH.

Loh kok malah ngomongin lamaran sih? Hehehe, back to topic. Jadi gimana menikah dengan orang beda suku? Bener enggak kalo orang Sumatera itu keras-keras? Kalo orang Sulawesi itu galak-galak? Berdasarkan pengalaman pribadi, iya betul, orang sumatera itu keras. Keras pendiriannya. Kalo ngomongnya sih enggak ya? Mungkin lain cerita kalo Orang Medan. Sedangkan Suami dulu lahir dan besar di Palembang.

Jadi, perbedaan signifikan antara saya dan Suami terlihat pada kebiasaan sehari-hari. Kalo saya, orang Jawa Tulen, ketika ketemu orang yang lebih tua, kenal-nggak kenal, yo nyapa. Basa-basi sebentar, baru berlalu. Nah, kalo Suami saya, Orangnya lempeng. Kalo ketemu warga dan beliau nggak kenal, doi cuek aja tuh. Malah tetep asyik ngobrol sama saya meski saya udah cubit-cubit bilang, “Nyapa Bapak-bapak itu gih..” Suami dengan entengnya jawab, “Hah? Nggak kenal tuh..” Gubraak..! Jadi, kenal dulu baru nyapa. -_-“ Kadang saya nggak enak kalo ketemu sekumpulan orang beliau asyik aja ngobrol sama saya, padahal udah dilihatin orang, orang lain udah kasih sinyal, eh doi nggak peka. Arggghh..

Suami kalo nggak suka sesuatu, selalu ditampakkan. Beda dengan saya, meski nggak suka, tetep senyum, baru ngomong di belakang. Hahaha. Nah, jangan berurusan sama orang Sumatera kalo nggak mau sakit hati. Jadi, misal nih, ada Tetangga buang sampah di halaman rumah kita. Trus, Suami lihat. Beliau nggak segan buat negur, “Jangan buang sampah disitu..”. Tapi, kalo saya? Hmm.. Senyum-senyum di depannya, lalu di belakang bisik-bisik ke Suami, “Eeeh, Ibu itu kok buang sampah di depan rumah kita sih?” xixixi. Jadi mbulet, dongkol sendiri. Orang jawa itu mau negur pakewuh, memilih amannya sedangkan orang sumatera itu terlalu terus terang, ada masalah ya diselesaikan saat itu juga.

Banyak sekaaaaaali perbedaan di antara kami. At least, kami merasa nyaman-nyaman aja, cocok-cocok aja, alhamdulillaah. Jadi, buat temen-temen yang menikah beda suku, jangan terlalu merisaukan perbedaan yang ada. Justru dengan perbedaan adat, selera makan, dan lain sebagainya, menambah pengalaman baru bagi kita lho ^^ . Ada yang mau berbagi kisah nikah beda suku dengan saya?

~ Tyas Ummu Hassfi, 25 November 2016

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s