Intisari, Progo, Fortuna?

20160409_171718
Suami males ke Progo, karena banyak Kasir yang kosong, sedangkan antrian panjang.. -_-“

Abis dari Intisari, beli loyang 22 cm, kocokan tangan, dan perisa pisang Ambon. Ndak ada banderolnya, tapi pede main ambil2 aja. Karena udah ditaksir kira-kira berapa harganya.

Pas nyampe Kasir, sedikit kaget, cuma beli tiga biji benda itu aja udah nyaris 50k. Padahal perkiraanku paling cuma 25k. FYI, bagi emak-emak, selisih 25k itu udah lumayan. Lumayan bisa buat beli minyak goreng seliter, gula pasir setengah kilo, dan telur seperempat.

Nyesel. Kenapa dak beli di Progo atau Fortuna aja sisan? Harganya lebih murce, plus lengkap pisan. Namanya juga penyesalan, pasti dongkolnya di belakang. Kalo di depan mah pendaftaran..

Yahh, begitulah kalo jalan sama Bapak-bapak.. pengennya yang cepet, praktis, nggak pake antri di kasir, dan nggak ada acara ngukur lorong rak bolak-balik..

At least, minimal aku jadi tahu.. Kalo Intisari emang cocok buat cuci mata bagi penggemar dunia perbakingan. Disana, tersedia beragam bahan kue, aneka loyang, plastik-plastik kemasan, mika, dekorasi cake, dll. Meski agaknya, nggak semua merk tersedia disana. Bisa ambil sendiri belanjaannya, karena emang konsepnya semacam supermarket gitu.

Tapi, kalo aku, untuk selain bahan kue (loyang, spatula, oven, dll), Progo dan Fortuna tetep belum tergantikan soal harga dan kelengkapannya. Hehehe..

Nah, temen-temen yang hobi bikin kue, toko favorit buat belanja bahan kuenya dimana nih? Intisari juga kah? Atau di toko-toko bahan kue yang biasanya ada di pasar?

Save

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s