LDR (Long Distance Rindu-rinduan)

long-distance-relationship-advice
Long Distance Relationship

Long Distance Rindu-rinduan ~ Meminjam Istilah Dek Risqi Amanah.. hihihi.. 😀

Aku salut sama Istri yang kuat LDR-an. Bukan berhari-hari lagi, tapi berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Mungkin ya, sebetulnya tiap malem mereka mewek mimbik-mimbik, kangen sama Suaminya. Tapi di depan anak-anak, mereka setrong! Hebaaat..!

Kalo aku? Baru bayangin aja wes melow-melow.. Hahaha. Nggak sangguuup, meski harus digaji puluhan jeti. Bukan karena apa yaa.. Tapi karena aku butuh Suami selalu di sampingku. Karena, sampe detik ini, aku nggak berani pasang regulator gas sendiri!! Wkwkwk..

Eh bukan ding. Masa cuma gara-gara itu yak? Banyak faktornya. Sejak menikah, ketergantungan sama Suami itu besar. Kalo jaman gadis aku ke pasar atau ke pusat perbelanjaan sendiri nyantai-nyantai aja, sekarang, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan tanpa Suami itu bikin aku cemas, takut, dan was-was. Karena, biasanya kalo sama Suami, aku mau bungkuk ambil barang di rak bawah, beliau jagain atau ambilin, kalo lorong padat, aku dipagarin biar nggak sentuhan sama non mahram. Yang tak kalah penting, pas di kasir, dibayarin..#nyengir

Kalo ada Suami, gas dan air galon habis, ada yang sigap beliin dan masang ke dispenser. Karena jujur, aku pernah pasang galon sendiri, lantainya banjir.. #lapkeringet

Kalo ada Suami, kemana-mana aman. Nggak ada yang gangguin. Pernah, lagi makan di Olive. Ada bapak-bapak ngeliatin aku mulu. Trus Suami liatin bapak itu balik tanpa berkedip. Bapaknya jadi grogi dan salah tingkah. Wkwkwk.. Pernah juga, pas lagi safar ke Malang, kondektur Bus mau narik aku. Suami langsung bilang, “Hehh..!” pasang wajah garang asem, eh garang macan.. Kondekturnya kaget kena omel Suami, padahal kumisnya dia udah sangar.. 😀

Suami ada di samping kita itu nikmat yang besar, dan rasanya tenang. ALLAH menjaga kita melalui perantara Suami.

Tapi, tiap rumah tangga memiliki cara untuk bergerak dan mencapai taraf kesejahteraannya masing-masing. Mungkin, dengan LDR membuat kita semakin hormat, cinta, dan berhati-hati dalam menggunakan harta Suami. Membuat kita semakin sadar, bahwa kita diberi amanah untuk menjaga kehormatan diri, anak-anak, dan harta saat Suami tak ada di samping kita. Ngingetin, kalo kita itu butuh Suami, jadi kalo Suami ada di dekat kita, jangan kufur nikmat, jangan nyepelein, jangan ngoyo.

Kalo kita serumah sama Suami, bersyukur kita masih ada teman bicara tanpa harus bayar mahal buat beli pulsa dan kuota.

Kalo lagi LDR sama Suami, bersyukur kita masih menjadi seorang Istri, masih ada yang menafkahi, ada yang bertanggung jawab terhadap diri kita dan anak-anak. Dan, bisa berkumpul saat tugas yang mengharuskan LDR selesai. Saat timbul perasaan kesal karena harus terbentang jarak dan waktu, ingatlah.. Di luar sana, ada Janda yang harus bersusah payah menanggung dirinya dan anak-anaknya seorang diri. Karena, Suami yang dicintainya, telah tiada. 😦

Jadi, jauh dekat dengan Suami, Suaminya disayang ya? Ditaati, dimuliakan, dan dilayani sepenuh hati..

~ Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 28 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s