Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar

belanja
Segini, habis Rp. 118. 000,-. Rempah-rempah untuk satu bulan. Cabe dan Telur untuk satu pekan.

Tadi jam delapan lebih sedikit berangkat ke pasar dianter Suami. Ini adalah kali pertama kami ke pasar di tahun 2017. Saya ke pasar selalu ditemani Suami, mengingat banyaknya mudharat kalo ke Pasar Sendirian.

Jika dulu ke Pasar saya bisa bersikap biasa saja. Karena memang, pasar kan tempat hajatnya Ibu-ibu yaa buat memenuhi kebutuhan pangan keluarga? Kini, setelah dua tahun menikah, pasar tradisional justru menjadi tempat yang asing bagi saya.

Saya jadi nggak update harga bahan yang akan dimasak. Tempat beli sayur yang bagus di sebelah mana? Tempat beli daging yang seger dimana? Tempat beli ini itu yang lengkap dimana? Pokoknya, seperti berada di hutan rimba. Bingung arah dan bingung harga.

Akhirnya, saya pusing dan stres. Apalagi, Suami menganggap saya lebih paham soal pasar seisinya, dan tinggal ngikut aja kemana saya jalan.

Seperti tadi, saat mau beli Cabe Rawit Merah. Sekilo 140 rb. Saya beli satu ons 14rb. Oke, saya mengerti cabe rawit merah memang masih mahal. Kemudian, beli Bawang Merah, perkilo 48rb. Saya beli 1/4 kg, 12rb. Sebenarnya, harganya masih tidak terlalu memberatkan dompet Suami. Tapi saya merasa, begitu pusing mendapati perbedaan harga yang mencolok itu. Mana Suami melarang keras saya untuk menawar.

Tapi, ada satu sudut pasar yang membuat saya masih bisa tersenyum sumringah. Ya, di Los Penjual Rempah-rempah. Sejak gadis, saya sudah berlangganan rempah-rempah di Mbah ini. Saya nggak tahu siapa namanya. Tapi, beliau berwajah njawa banget, berkonde, dan memiliki tahi lalat besar di sekitar hidungnya.

Saya beli rempah-rempah untuk stok sebulan. Cengkeh 2000, Jinten 1000, Merica 3000, Kembang Lawang seribu, Ketumbar 2000, Pala 1500, Jahe 1000, Lengkuas 1000, Kunyit 1000, Kayu Manis 1000, Sereh 1000, Asem Jawa 2000, Daun Salam 500. Kok belinya segitu?

Lha, saya pernah beli Kunyit 3000 dapetnya setengah kilo! Xixixi, kebanyakan. Dan saya tanya dulu dong, boleh enggak beli segitu? Ternyata Mbahnya bilang, “Entuk akeh malah..” Maa syaa ALLAH. Ini yang sangat saya syukuri. Tinggal di tanah Jawa yang subur, membuat harga rempah-rempah begitu murah. Ini sangat menguntungkan, mengingat masakan Indonesia, kaya akan komposisi rempah-rempahnya.

Terhibur juga, dengan berita daging Ayam Broiler yang sedang murah. Di Pasar Kranggan, pagi ini Daging Ayam 30000 saja! Sebagai Pecinta Ayam Goreng, ini kabar gembira bagi saya. Hehehe.

Tapi, yang membuat saya kapok untuk ke Pasar adalah waktu. Saat perjalanan pulang, saya tanya ke Suami,

“Sudah jam berapa?”

“Jam setengah sepuluh”

“Hah? Masa?” saya kaget. Suami menunjukkan arlojinya.

Laa haula wala quwwata illa billah..” ternyata benar, sudah jam setengah sepuluh.

Saya mendadak sedih sekali. Menghabiskan waktu sejam lebih tanpa terasa. Meski Suami jam kerjanya fleksibel, tapi jadi merasa bersalah. Rasanya, belanja di warung lebih ideal bagi saya. Ya memang sih, belanja di Pasar kita bisa memperoleh jumlah barang yang lebih banyak daripada di warung. Tapi, untuk yang jarang ke pasar dan wajib dengan Suami, terasa begitu menguras waktu dan tenaga.

Akhirnya, untuk selanjutnya, saya meminta Suami saja yang berbelanja di Pasar. Saya titipi catatan saja, daripada kudu stres di tengah hiruk pikuk pasar. Padahal, sebelum berangkat, saya sudah ceriwis aja, bilang, “Aku itu butuh ke pasar sepekan sekali. Lebih hemat dan dapet banyak..” tapi sekarang berbalik, “Selanjutnya, yang ke pasar, Abang ajalah. Kecuali aku bener-bener butuh buat ke pasar. Aku jadi pusing di pasar..”

Suami tertawa puas mendengarnya. “Emang.. Makanya, aku aja yang ke pasar. Kamu belanja cukup di warung aja..”

Sekarang, saya sedang memandang hasil belanjaan kami pagi ini. Sambil merenung. Oh iya, mungkin ini salah satu alasan kita disunnahkan membaca doa saat hendak masuk pasar. Karena, Pasar adalah tempat yang melalaikan manusia dari berdzikir mengingat ALLAH. Nyatanya emang sih, di Pasar membuat kita sibuuuk banget dengan aktifitas di dalamnya. Mulai dari milih barang, nyari barang, nawar barang, dan aktifitas jual beli lainnya. Tahu-tahu, sudah lewat berjam-jam berada di dalam pasar.

Makanya, membaca dzikir atau doa masuk pasar itu memiliki keutamaan yang besar. Kalo kita berdzikir saat di tengah Majelis Ilmu atau di dalam Masjid, hal tersebut lumrah. Tidak memerlukan sebuah usaha yang kuat. Karena memang situasinya mendukung untuk berdzikir, dan orang lain pun umum melakukannya. Tetapi, jika kita berdzikir di tengah orang-orang yang lalai, tentu membutuhkan sebuah usaha, maka, kita akan memperoleh ganjaran dihapuskannya satu juta keburukan, dan diberi satu juta kebaikan. Maa syaa ALLAH.

Berikut saya nukil hadist dianjurkannya berdoa atau berdzikir saat masuk pasar. Untuk isi selengkapnya, silahkan buka pertanyaannya Bu Barkah di Konsultasi Syariah ya?

Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ سُوقاً مِنَ الأَسْوَاقِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ

Artinya:

Barangsiapa masuk pasar, kemudian dia membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL-MULKU WA LAHUL-HAMDU, WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIIR.

Siapa yang membaca doa di atas ketika masuk pasar, ALLAH akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan.”

Kemudian, al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan beberapa keutamaan berdzikir di tengah kelalaian masyarakat dalam mengingat ALLAH, diantaranya,

1. Dzikir ini akan lebih rahasia. Sementara amal sunah yang lebih rahasia, nilainya lebih besar. Karena itu, dzikir di keramaian hendaknya dibaca pelan, tanpa menggunakan tasbih.

2. Amal ini lebih berat dilakukan. Karena umumnya manusia akan mengikuti apa yang dilakukan masyarakat di sekitarnya. Dan semakin berat amal itu dikerjakan, pahalanya semakin besar.

3. Berdzikir di tengah kelalaian masyarakat, menjadi sebab ALLAH tidak menurunkan adzab kepada mereka. Ibnu Rajab menyebutkan,

قال بعض السلف: ذاكر الله في الغافلين كمثل الذي يحمي الفئة المنهزمة ولولا من يذكر الله في غفلة الناس لهلك الناس

Sebagian ulama salaf mengatakan, ”Berdzikir mengingat ALLAH di tengah orang yang lupa ALLAH, ibarat orang yang melindungi sekelompok masyarakat yang lemah. Andaikan bukan karena keberadaan orang yang berdzikir di tengah kelalaian manusia, niscaya mereka akan binasa.” (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 133).

Terdapat sebuah kisah menakjubkan yang diceritakan oleh Abu Qilabah (w. 104 H) – seorang ulama tabiin –,

التقى رجلان في السوق فقال أحدهما للآخر تعال نستغفر الله في غفلة الناس ففعل فمات أحدهما فلقيه الآخر في النوم فقال علمت أن الله غفر لنا عشية التقينا في السوق

Ada dua orang mukmin yang ketemu di pasar. Kemudian yang satu menasehatkan kepada temannya, ’Mari kita memohon ampun kepada ALLAH di tengah kelalaian manusia.’ Keduanyapun banyak membaca istighfar. Suatu ketika salah satu orang ini meninggal. Tiba-tiba yang hidup ketemu temannya dalam mimpi. Dia berpesan, ’Tahukah kamu, ternyata ALLAH mengampuni dosa kita sore hari ketika kita ketemu di pasar.’ (At-Targhib wa at-Tarhib, no. 2620)

Maa syaa ALLAH.. Nah, teman-teman, mengingat keutamaan yang besar jika berdoa saat masuk ke pasar, yuk.. doanya diamalkan ya? Bukan cuma pas ke pasar saja, bisa ke Mall, Supermarket, Warung, dll.

Adakah teman-teman yang senasib, saat masuk Pasar jadi puyeng nyari barangnya dimana ditambah info kenaikan harga seperti saya? Lalu, akhirnya mencukupkan diri dengan belanja ke warung aja.. hihihi..

~ Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 13 Februari 2017

Advertisements

2 thoughts on “Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar

  1. Assalamualaikum Makasih mba tyas jd tau deh aku doa masuk pasar. Emang mba aku juga mendadak pusing kalo msuk pasar hehe kalo aku dri dulu ga pernah ke pasar pas udah nikah aja ke pasar. Tapi emang ga cocok kayaknya hehe makanya ga sering2 kepasar paling sebulan sekali aja dan seringnya beli di warung aja lebih praktis. Harga juga ga jauh beda lah hehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s