Harga Cabe Naik, Jangan Panik! 

Taken by Alfarisy

Tadi pas belanja di warung, Bu Narsih bilang, “Mbak, Lombok sakmene (satu biji cabe rawit merah) niki regane gangsal latus..”

Saya cuma mesem-mesem. Karena udah siap dengan laporan kenaikan harga ini itu di warung Bu Narsih.

“Nggih. Taksih awis. Malah awis lombok tinimbang Daging Sapi” Ujarku, sambil milih dan menghitung cabe.

“Lha iyo. Nganthi bingung meh didol sepiro?”

“Dugi kapan kinten-kinten njih Bu mundhak e?”

“Nek lombok awis, biasane dangu. Lha wong panen kan mboten mben sasi to?” Bu Narsih mengeluh sambil menata dagangan Sayurnya yang mulai layu.

Iya, panen cabe tidak setiap bulan. Tidak seperti tomat, yang asal nebar benih saja, bisa tumbuh. Meski keduanya memiliki resiko diserang hama yang sama besarnya. Terlebih, sekarang musim penghujan. Dimana lahan-lahan untuk bertanam cabe, rentan kebanjiran. Konon, kebun cabe yang kebanjiran, meski cuma semalam, berakibat gagal panen. Pohon cabe akan mati, dan petani merugi. Harus diulang lagi menebar benihnya.

Jadi, apa yang mesti kita lakukan? Demo? Marah sama penjual cabenya? Memaki pemerintah? Mengeluh?

Yang patut kita lakukan adalah, bertakwa kepada ALLAH. Memang, dengan bersabar dan bertakwa, tidak lantas tiba-tiba membuat harga cabe turun. Tetapi, membuat kita menjadi bergantung sepenuhnya terhadap ALLAH.

Siapa yang menurunkan hujan? ALLAH

Siapa yang menumbuhkan tanaman? ALLAH

Siapa yang memberi rejeki? ALLAH

Maka, sudah sepantasnya kita bergantung dan meminta pada ALLAH. Berhusnudzhan pada ALLAH. Bahwa kenaikan harga Cabe,  Bawang Merah, dll sudah menjadi bagian dari takdir yang dikehendaki ALLAH.

Harga Cabe, atau kebutuhan pokok lainnya, tidak mempengaruhi rejeki kita. Rejeki yang telah ditetapkan untuk kita tidak bertambah maupun berkurang, meski harga Cabe sudah melonjak di angka 140 ribu per kilogram. Maka, tugas kita kini adalah perbanyak bertaqwa dan bersyukur atas rejeki yang telah ditetapkan ALLAH kepada kita. Bukan mengeluh. Meski memang ya,  Manusia bertabiat mudah berkeluh kesah sebagaimana disebutkan dalam Firman ALLAH,

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan memiliki sifat halu’, apabila dia sedang mengalami kesulitan, dia mudah berkeluh kesah,dan jika sedang mendapatkan kenikmatan, dia bersikap pelit.” (QS. Al-Ma’arij: 19 – 21) *

Sebagai Ummat yang meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sepatutnya kita bersabar dan bertaqwa atas naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok,  termasuk harga Cabe. Akan selalu ada rejeki untuk kita, jangan khawatir.

ALLAH berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Andaikan ALLAH melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi ALLAH menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27) *

Kenaikan harga barang sudah ada lho sejak jaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Ketika harga-harga mulai mencekik, Para Shahabat radhyallau ‘anhum pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,

يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”

Mendengar aduan ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال

“Sesungguhnya ALLAH adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan ALLAH dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani). *

Nah, jadi mulai sekarang kalo ada berita harga cabe dan kebutuan lainnya naik lagi, jangan panik, ngeluh,  dan galau lagi yaa? 🙂 Bersabar.. Bertaqwa.. Semoga ALLAH senantiasa menjadikan kita hamba yang lapang hatinya dan pandai bersyukur. Aamiin.

~ Tyas Ummu Hassfi,  Yogyakarta,  15 Februari 2017

* Disalin dari Konsultasi Syariah

Save

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s