Rawon

16998238_1956551081241199_8713076379674175015_n
Pake aplikasi Snapseed kok gambarnya jadi pecah ya? Hiks..


Pagi-pagi udah semangat banget buat bangun dan aktivitas. Karena tahu, kalo pagi ini nggak akan rempong nyiapin sarapan, pasalnya menu untuk sarapan udah dimasak kemarin sore. Hihihi. Jadi badan rasanya enteeeng aja buat melenggang ke kantor Emak-emak, alias dapur. Tanpa perlu patah hati saat mendapati bahan yang mau dimasak nggak tersedia di dapur.

Kemarin ahad, ada yang minta dimasakin enak. Sambil jalan kaki ke warung mikir mau masak apa, sekaligus harap-harap cemas. Ada nggak yaa Udang atau Daging gitu? Secara saya datang ke warung rada siang. Khawatir kehabisan.

Ternyata, ada daging Sapi tinggal seperempat kilo. Lihat kecap juga, jadilah kepikiran mau masak Semur Daging aja yang praktis dan cepet matengnya. Pas nyampe rumah baru nyadar, ada Kari Ayam sisa makan malem kemarin di wajan. Deeeuh, sayang banget kalo nggak dimakan. Yowes, akhirnya kemarin siang masak Tumis Gambas Sambel Terasi dan Ayam Goreng Bumbu Kari. Baru, sorenya tiba-tiba labil, pengen bikin Rawon buat sarapan pagi. Wkwkwk.

Sesungguhnya kalo liat bahan rawon itu lieur pisan euy. Banyak banget! Tapi demi mencoba nuansa baru untuk sarapan pagi, saya belajar masak kuliner khas Jawa Timur, Rawon. Meski warnanya nggak sepekat rawon asli JATIM, karena kluweknya cuma pake dua biji aja, rasanya tetep NENDANG kok. Sampe Suami ngacungin empat jempol sekaligus. Bener-bener diangkat jempol kakinya. Sambil bilang, “Enak. Enak banget malah…” hahaha, LOL.

Rawon ini enaknya disantap bersama Telur Asin. Waah, bener-bener sarapan tinggi protein nih. Bisa buat tenaga sampe setengah hari. Pengen nyobain juga? Yuk disimak resepnya. Resepnya saya ambil dari websitenya Mbak Endang JTT. Disalin plek jiplek, saking banyaknya bumbunya.

Bahan :

– 500 gram daging sapi, potong-potong ukuran 3×3 cm (saya cuma pake 250 gram)
– 50 gram tauge dari kacang hijau, kalau bisa cari yang belum terlalu panjang tumbuhnya
– 2 batang daun bawang, rajang halus, sisakan sebagian untuk taburan saat akan menyantap rawon
– 1200 – 1500 ml air
– 3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu, haluskan:

– 1 sendok teh merica butiran
– 1 1/2 sendok teh ketumbar sangrai
– 1 ruas kencur
– 2 ruas kunyit
– 2 ruas jahe
– 3 butir cabai merah besar buang biji
– 6 butir bawang merah
– 4 butir bawang putih
– 6 butir kemiri, sangrai
– 5 buah kluwek, berat isinya saja + 60 gram (saya cuma pake dua biji. Makanya nggak pekat)
– 1/2 sendok makan terasi

Bumbu lainnya:

– 3 ruas lengkuas, pipihkan
– 4 lembar daun salam
– 5 lembar daun jeruk
– 3 batang serai, pipihkan
– 3 sendok makan air asam jawa
– 2 sendok makan gula jawa
– 2 sendok makan gula pasir
– 2 sendok teh garam
– 1 sendok teh kaldu bubuk

Pelengkap:

– Sambal cabai rawit merah
– Kerupuk udang (nggak pake, males nggoreng hihihi)
– Telur asin, belah dua

Sambal Rawit:

– 4 buah cabai merah keriting
– 10 buah cabai rawit merah

Cara Membuat :

1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bumbu lainnya. Gunakan api kecil biar ngga cepet gosong. Pastikan, saat menumis bumbu benar-benar matang.
2. Setelah daun layu, tambahkan daging. Aduk rata. Tutup dengan panci. Masak hingga setengah matang.
3. Tambahkan air, masak hingga air mendidih.
4. Setelah matang, angkat.
5. Sajikan bersama Telur Asin, beri taburan Toge dn irisan daun bawang.
6. Atau, inapkan semalam untuk rasa yang nendang dn bumbu menyerap sempurna.

Selamat mencoba yaa?

~Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 27 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s