Bika Ambon (Pandan)

Bika Ambon
Abaikan tepinya yang gosong… hihihi..

Kalo kemarin pontang-panting bikin Cake Karamel atau Sarang Semut, nah tadi bisa kalem waktu bikin Bika Ambon. Selama ini, saya pikir membuat Bika Ambon amatlah susah, sebagaimana membuat sarang semut. Untuk menghasilkan tekstur yang bersarang, sarang semut menggunakan soda kue sebagai pengembangnya, sedangkan bika ambon menggunakan ragi.

Nah, lantas, apa perbedaan antara Bika Ambon dengan Sarang Semut?

Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Bika ambon terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat. Kue Bika Ambon terilhami dari Kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang hingga berongga dan berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu. Kue ini disebut Bika Ambon karena pertama sekali dijual dan populer di simpang Jl Ambon – Sei Kera Medan.

Sedangkan Kue Sarang Semut adalah Kue dengan tekstur yang lembut. Bagian berongga di dalamnya membuat kue unik ini dinamai dengan kue sarang semut. Keunikan dari kue ini adalah pada beberapa kasus, banyak orang yang telah mencoba mempraktikan membuat kue ini mengeluhkan jika kue sarang semut yang dibuatnya tidak menghasilkan rongga yang cantik di bagian dalam dan kue yang dibuatnya malah menjadi bantat. Selain itu pembuatan karamel dari gula juga merupakan langkah yang agak tricky terutama bagi pemula. Sedangkan keunikan lain dari kue ini tentunya dari rasa karamel yang kuat.*

Proses pembuatan keduanya pun berbeda. Bika Ambon didiamkan dulu untuk proses peragiannya, baru dipanggang. Kalau sarang semut, tidak perlu.

Saya lebih memilih eksekusi bika ambon daripada sarang semut, hihihi. Karena, nggak perlu berkeringat dingin untuk membuat karamelnya.

Kali ini, saya menggunakan resep bika ambon dari Mbak Tinny Bini Budi. Alasannya, tidak memerlukan timbangan untuk menakar bahannya. Saya menggunakan gelas belimbing saja.

Eksekusi episode pertama cukup sukses, bahkan Abang langsung bisa menebak, kalo kue yang disantapnya adalah bika ambon, bukan sarang semut rasa pandan 😂.

Cuma… Saya menggunakan api terlalu besar, jadi, bagian tepinya cepet gosong. At least, rasanya tetep maknyusss. Meski saya nggak pake blenderan daun pandan. Karena di rumah nggak ada daun pandan, yang punya tetangga. Dan Suami mensounding saya, untuk menjaga diri dari meminta, meskipun cuma sehelai daun pandan. Akhirnya, saya ganti daun pandan dengan perasa pandan saja.

Nah, tips supaya tepian kue panggang tidak gosong adalah :

1. Olesi tepian loyang atau baking pan dengan margarin tipis-tipis. Atau Minyak goreng juga bisa. Lalu, ayak tepung terigu mengelilingi loyang. Kenapa perlu diayak? Karena, tepungnya yang terlalu tebal, akan membuat tepi kue cepat hangus, sedangkan bagian tengah masih mentah. Nanti, bikin tepi kue keras, susah untuk dipotong, dan tentu saja bikin tampilan kue jadi nggak cantik. Setelah tepi loyang terselimuti tepung, balik loyang, hentakkan agar meluruhkan lapisan tepung yang tebal.
2. Jika menggunakan baking pan, gunakan api kecil yang stabil. Jangan terkecoh untuk membesarkan api, hal itu akan membuat kue gosong, keras, dan mentah. Gunakan api yang sangaaaat kecil ya?

Sekarang, kita simak bahan dan proses pembuatannya ya?

Bahan :

1 Gelas Tepung Terigu
2 Gelas Tepung Kanji
2 gelas Gula Pasir
1 sdm Ragi (Merk Fermipan)
2 gelas Santan Kental
3 batang Serai (Nggak usah digeprek, diambil putihnya saja, dan biarkan utuh)
10 lembar Daun Jeruk
10 lembar Daun Pandan (Saya ganti pake perasa pandan)
3 sdm Margarin yang dilelehkan
5 butir Telur (Saya pake 4 saja)

Cara Membuat :

1. Rebus santan, perasa pandan, daun jeruk, dan serai. Gunakan api kecil saja, supaya santan nggak meletup heboh dan bikin santan pecah, lalu berasa cemplang. (Kalo pake daun Pandan, blender dulu daun pandannya bersama santan)
2. Setelah rebusan santan matang, angkat, saring, biarkan dingin
3. Siapkan baskom, campur tepung terigu, tepung kanji, dan fermipan. Aduk rata
4. Setelah santan dingin, tuang pelan-pelan ke dalam campuran tepung, sambil dikocok pelan dengan whisker, pagotang, atau whisker balon. Diamkan selama satu jam dengan ditutup serbet. Nanti adonan akan mengembang dua kali lipat, tetapi cair dan kental, tidak seperti adonan donat yang padat
5. Setelah satu jam, kocok telur dan gula pasir hingga larut. Tuang pelan-pelan ke dalam adonan, sambil diaduk rata menggunakan spatula atau sendok
6. Tambahkan margarin cair. Diamkan lagi selama satu jam
7. Olesi baking pan dengan margarin dan tepung, tuang adonan
8. Gunakan api kecil, panggang adonan dengan posisi baking pan terbuka, sampai keluar rongga-rongga di permukaan adonan
9. Setelah keluar rongga atau gelembung udara, tutup baking pan. Panggang hingga matang
10. Setelah adonan memadat, test tusuk
11. Angkat baking pan dari kompor, dinginkan dulu. Baru keluarkan kue dari baking pan
12. Ketika kue dingin, potong-potong sesuai selera

Nah.. Sekarang Bika Ambonnya sudah jadi, tinggal disajikan saat ada Tamu, buat hantaran, suguhan arisan, atau dibagikan kepada tetangga.

Selamat mencoba ya teman-teman? Semoga bermanfaat. Makasih Mbak Tinny Bini Budi, resepnya ajib! ^^b

© Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 31 Maret 2017

* Source : http://www.gigatiket.com/blog/read/kuliner-nusantara/179/bolu-kemojo-bika-ambon-dan-kue-sarang-semut.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s