Review Hotel Denata Palembang

14723111_860111334125301_687076127478382592_n
Sumber : @denatabnb Instagram

Wah, sudah lama juga ya hiatus dari nulis blog? Padahal, banyak cerita seru yang ingin saya bagi lho. Karena, selama hiatus, begitu banyak hal yang telah saya lalui. Diantaranya adalah datang ke kampung halaman Suami, di Kota Palembang. Yeaaayyyy… Nggak pernah terbayang lho, akhirnya saya akan menginjakkan kaki di kota Palembang.

Selama ini, saya hanya sering bertemu dengan teman-teman yang berasal dari kota Palembang, atau melepas teman-teman asli Palembang mudik ke kotanya. Tapi untuk benar-benar datang ke Palembang, sejak awal menikah, belum pernah kepikiran. Hingga akhirnya, Abah Mertua berkeinginan untuk silahturahmi ke rumah-rumah kerabat di Palembang, sekalian jalan-jalan.

Akhirnya, tanggal 8 Juli lalu, kami sekeluarga pergi juga ke Palembang. Kami berangkat dari Batam. Karena ketika itu saya sedang mudik lebaran di rumah Mamah Mertua. Ini kali pertama kami menggunakan penerbangan malam hari. Kesan pertama naik pesawat malam hari lumayan membuat saya trauma. Sudah delay, hujan lebat pula. Dan ketika landing, hentakannya begitu terasa, membuat jantung seperti mau melompat. Takut luar biasa!

Oh ya, ngomong-ngomong, sejak memutuskan mau ke Palembang, kami sepakat akan menginap di hotel. Karena tidak mau merepotkan orang lain. Kebetulan juga, di Palembang sudah tersedia Go-Car. Jadi, In syaa ALLAH, mau wira-wiri kesana kemari juga gampang.

Nah, kami pikir, Abang sudah booking kamar. Sehingga, kami tinggal fokus isi perut dan menunggu jadwal terbang saja. Eh lha, baru sampai di bandara Hang Nadim Batam, Abang bilang, “Duh, Airy Rooms yang kemarin udah sold out..” seketika wajah saya pias.

“Lho, belum booking dari kemarin?” Tetiba rasa Roti O yang baru dibeli begitu hambar di lidah. Abang tidak menjawab, sibuk mencari hotel kosong di Palembang via aplikasi Traveloka. Ada hotel murah, tapi review-nya jelek-jelek. Ada yang rada bagusan, eh… mahalnya kebangetan. Sungguh, kepala saya dibuat cenut-cenut.

Hingga pengumuman boarding, kami belum juga mendapat kepastian hotel. Keringat dingin bercucuran. Saya sampai tidak kepikiran ingin ke toilet gara-gara panik. Bagaimana tidak panik? Pesawat kami terbang malam, membawa orang tua, kondisi badan capek karena aktivitas seharian sebelum berangkat, hujan pula. Harapannya, tentu setiba di Palembang, kami bisa segera istirahat. Akhirnya, pada detik-detik terakhir, Alhamdulillah, kami mendapat hotel yang sesuai. Abang segera booking dan transfer via m-banking.

Saat di pesawat, saya baru tanya, “Hotelnya bagus nggak?” Abang jawabnya sih bagus. Tapi kadang, standar bagusnya Suami saya ini, berbeda dengan standar bagus saya. Maksudnya, kalo saya bilang bagus, berarti emang bagus. Tapi kalo Abang bilang bagus, nah, belum tentu bagus. Dan seringnya menuai protes dari saya.

Pukul 19. 30 kami tiba di Palembang, saya harap-harap cemas memikirkan wujud hotelnya (Karena kami sudah bayar lunas dua kamar Superior Room selama tiga hari). Kalo bagus, Alhamdulillah banget. Kalo nggak, saya pasti nggak betah.

Setelah setengah jam perjalanan dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II ke lokasi hotel, saya agak kecut, ketika mendapati hotelnya tidak berlokasi di pinggir jalan besar. Agak masuk gang. Tapi senang, saat melihat ada Masjid Jami’ di dekat hotel, jadi Abang dan Abah bisa shalat jama’ah di Masjid.

Sekilas, hotel Denata B & B tidak terlalu besar. Tapi, cukup modernlah. Bukan bangunan kuno maksudnya. Turun dari taksi bandara, kami disambut oleh Resepsionis dan petugas hotel. Abang bayar uang jaminan senilai 50.000. Nah, uang jaminan itu akan dikembalikan ketika check out.

Urusan bayar-bayar dan administrasi kelar, kami segera naik ke lantai tiga. Wahhhh… Saya jingkrak-jingkrak girang, karena kamarnya baguuus banget!

Tempat tidurnya besar, dan empuk. Wkwkwk, alay banget. Padahal di rumah yo pake springbed. Saya cek-cek selimut dan spreinya, ada noda-noda tidak? Secara kan spreinya putih semua, dan namanya hotel, pasti banyak yang tidur disana. Kita tidak tahu kan, itu sprei dicuci apa tidak oleh petugasnya? Alhamdulillah, spreinya bersih. Selimutnya juga.

Meski di luar hujan, tapi tetep, hawa Palembang itu panas. Kami menyalakan AC, alhamdulillah, AC-nya juga dingin. Rugi banget deh, kalo nginep di hotel tapi AC-nya tidak dingin, apalagi rusak? 😅

Oh ya, furniture di kamar hommy banget. Lengkap serasa di rumah. Ada lemari baju, meja besar, meja di kanan kiri tempat tidur, televisi, dll. Oh ya, ada wifi gratis. Setelah check in, nanti kita akan diberi password wifi. Lumayan ngebut kecepatan koneksinya.

Nah, kamar mandi nih yang bikin saya demen. Kamar mandinya itu bersih! Saya sukaaaa banget. Tidak bau Pesing, tepian kloset duduknya juga nggak kotor, yang paling penting adalah, air panasnya bener-bener panas.

Fasilitas lainnya tersedia sandal, handuk dua buah, dua buah gelas, piring, sendok, pemanas air, kopi, teh, dan tisu.

Kami memilih kamar yang jendelanya menghadap ke jalan. Berdampingan dengan kamar Abah dan Mamah Mertua. Nuansa kamarnya hangat, maksudnya, feel lagi di rumah itu terasa banget. Buktinya, tiga bulan telah berlalu, saya masih kangen aja dengan kamar hotel Denata. Saking sukanya dengan model kamarnya, Abang sampai bilang, “Besok kalo punya rumah sendiri, kamarnya kayak gini aja ya?” Saya angguk-angguk sepakat.

hotel denata
Ini adalah kamar tempat saya dan Abang istirahat. Maaf ya, kualitas gambar kurang oke? (Gambar ambil di situs traveloka.com)

Tapi nih, ada minusnya. Tempat sampahnya minim banget. Ya sih, di dalam kamar ada tempat sampah. Tapi lho, di luar kamar tidak ada tempat sampah. Paling tidak, di dekat tangga ada satu tempat sampah yang besar. Jadi, tamu tidak perlu turun ke bawah untuk angkut-angkut sampah.

Sayangnya, saya tidak memiliki satu pun foto di hotel Denata. Sebab waktu di hotel belum kepikiran untuk mereview. Tapi, setelah safar singkat di Malang, dan nginep di sebuah hotel disana, dengan kualitas terburuk (Padahal harga lumayan mahal), membuat saya terpikir untuk mereview hotel bintang dua ini. Meski murah, tapi kualitas, kebersihan, dan pelayanan jempol empat!

Hampir lupa, di Restoran hotel Denata B & B ada menu masakan yang membuat kami begitu rindu ingin menyantapnya lagi. Yakni Ayam Jempol. Rasanya sangat enak! Ayam jempol ini sebetulnya ayam kremes biasa dengan sambal sebagai pelengkapnya. Tapi entah kenapa, rasa gurihnya membuat kami ketagihan. Sampai-sampai, tiap telpon, Mamah Mertua selalu mengenang rasa Ayam Jempol khas hotel Denata.

Y964641009
Ini kamar lainnya (Gambar ambil di situs traveloka.com)

Saya rasa, jika teman-teman berkunjung ke Palembang, tidak ada salahnya lho mencoba nginep di hotel Denata B & B. Tarif semalam sekitar Rp. 372. 000,-. Tapi kemarin kami mendapat diskon, jadi hanya bayar sekitar 290 rb-an kalau tidak salah ingat. Sampai sekarang juga sepertinya masih ada diskon. Silahkan cek saja ya di situs Traveloka atau pegipegi.com? Bisa juga menghubungi alamat maupun nomor telepon di bawah ini :

Hotel Denata B & B

Alamat : Jl. Syakiakirti Eka Bakti 2399, Palembang, Indonesia

Phone : (0711) 5556888 / 0816-384-154 / 0897-1851-438

Semoga bermanfaat ya!

Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 11 Oktober 2017

Advertisements

2 thoughts on “Review Hotel Denata Palembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s