Pengalaman Mendaftar Haji Reguler via Batam

sulistiyoningtyas-proses-mendaftar-haji-2017-3.jpg
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Haji Reguler

“In syaa ALLAH, anakku yang akan naik haji duluan itu Mbak Yas…” Bapak berkata dengan penuh keyakinan pada saya. Kala itu, saya baru pulang sekolah, dan masih duduk di kelas dua SMA. Entah bagaimana mulanya, Bapak tiba-tiba berkata demikian. Saya menanggapi dengan mata berbinar penuh pengharapan, meski sejujurnya saya belum memiliki gambaran jelas berkaitan dengan rencana masa depan. Karena fokus saya masih seputar sekolah. Hingga akhirnya, ucapan Bapak hari itu tenggelam bersama kesibukan saya sekolah, kuliah, mengajar, dan menikah. Continue reading “Pengalaman Mendaftar Haji Reguler via Batam”

Advertisements

Mengurus Surat Pindah Antar Provinsi di Kota Tujuan

sulistiyoningtyas-mengurus surat pindah antar provinsi11.jpg
Kantor Kelurahan Baloi Permai 

Assalamu’alaikum, apa kabar teman-teman?

Wahhh… lama tidak muncul di Blog, karena sedang sibuk mengurus dokumen kependudukan nih. Sebenarnya, sudah sejak Juli lalu kami mulai mengurus surat pindah saya. Dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Kepulauan Riau. Lebih spesifiknya, dari Kabupaten Cilacap ke Kota Batam. Hanya saja, karena jadwal pengurusan surat pindah yang berbenturan dengan libur Idul Fitri dan acara keluarga ke Palembang, membuat proses pengurusan surat pindah saya sempat terjeda. Continue reading “Mengurus Surat Pindah Antar Provinsi di Kota Tujuan”

Mengurus Surat Pindah Antar Provinsi

sulistiyoningtyas-mengurus surat pindah antar provinsi1.jpg
Surat Keterangan Pindah yang diterbitkan oleh Disduk Asal (Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah)

Bismillah, apa kabar teman-teman? Wah… Lama juga yaa tidak nongol lagi di rumah alias blog? Maklum, beberapa bulan belakangan ini, mood menulis sedang kurang bagus, ditambah banyaknya urusan yang harus dipikirkan dan diselesaikan nih akhir-akhir ini.

Alhamdulillaah, satu dari beberapa urusan sudah bisa diselesaikan. Yakni, mengurus surat pindah antar provinsi. Dalam hal ini, saya pindah dari Cilacap ke Batam. Pindah KTP maksudnya. 😂 Saya mah tinggalnya masih di Jogja hingga beberapa waktu yang tidak dapat ditentukan. Doakan ya, semoga bisa beli rumah di Jogja? Sehingga nanti ada episode lagi, “Mengurus Surat Pindah dari Batam ke Jogja”.

Kok malah pindah ke Batam, bukan Jogja saja?

Continue reading “Mengurus Surat Pindah Antar Provinsi”

Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar

belanja
Segini, habis Rp. 118. 000,-. Rempah-rempah untuk satu bulan. Cabe dan Telur untuk satu pekan.

Tadi jam delapan lebih sedikit berangkat ke pasar dianter Suami. Ini adalah kali pertama kami ke pasar di tahun 2017. Saya ke pasar selalu ditemani Suami, mengingat banyaknya mudharat kalo ke Pasar Sendirian.

Jika dulu ke Pasar saya bisa bersikap biasa saja. Karena memang, pasar kan tempat hajatnya Ibu-ibu yaa buat memenuhi kebutuhan pangan keluarga? Kini, setelah dua tahun menikah, pasar tradisional justru menjadi tempat yang asing bagi saya.

Continue reading “Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar”

Hapeku Ketinggalan Era

nokiaasha-311
Tuh kan, gambarnya nyomot di google lagi. HP Suami lagi dipake terus siih.. hihihi. Gambar ambil disini.

Kalo jalan-jalan di blog-nya Mbak Endang dan Mbak Diah Didi rasanya mupeng liat hasil jepretannya yang cantik-cantik. Pengen gitu, bisa menghasilkan foto-foto keren buat pendukung di postingan blog-ku.

Sebenernya, Desember lalu bertekad buat nulis one day one post. Hampir tiap hari aku nulis, terutama resep. Karena emang tiap hari aku masak, kecuali hari Ahad. Biasanya kami makan di luar. Tapi kepending dipublish.

Masalahnya adalah, aku nggak punya kamera atau HP dengan resolusi kamera yang bagus. HP-ku masih sama sejak kuliah semester enam. Nokia Asha 311. Dibelikan Bapak, second. Aku nggak pernah beli gadget dan barang elektronik sendiri. Semua yang membelikan orang tua. Kecuali lampu tidur. Aku beli sendiri di Mirota Batik, xixixi.

Continue reading “Hapeku Ketinggalan Era”

Baru Tahu Rasanya…

goodbye-graphic-share-on-myspace
Good bye Dora…

Dulu, saya pernah meledek Feby, anak tetangga yang baru kelas 2 SD. Ia menangis karena Kucingnya mati ketabrak motor.

“Halaah Feb, Kucing doang ditangisi..”

Saat masih ngajar di SD Akhwat Jamillurahman, juga pernah dibuat prihatin sekaligus heran saat mendengar Wali Murid cerita,

“Dulu, kami beli Kucing Persia tujuh ratus ribu Ustadzah. Trus, ditinggal pergi tiga hari (atau seminggu lupa). Udah dikasih makan, tapi makanannya habis. Trus mati deh. Kami ngubur di ujung kompleks sambil nangis bertiga..”

Saya cuma mbathin, “Yaelah, cuma Kucing sampe segitunya sih?”

Continue reading “Baru Tahu Rasanya…”

Intisari, Progo, Fortuna?

20160409_171718
Suami males ke Progo, karena banyak Kasir yang kosong, sedangkan antrian panjang.. -_-“

Abis dari Intisari, beli loyang 22 cm, kocokan tangan, dan perisa pisang Ambon. Ndak ada banderolnya, tapi pede main ambil2 aja. Karena udah ditaksir kira-kira berapa harganya.

Pas nyampe Kasir, sedikit kaget, cuma beli tiga biji benda itu aja udah nyaris 50k. Padahal perkiraanku paling cuma 25k. FYI, bagi emak-emak, selisih 25k itu udah lumayan. Lumayan bisa buat beli minyak goreng seliter, gula pasir setengah kilo, dan telur seperempat. Continue reading “Intisari, Progo, Fortuna?”