Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar

belanja
Segini, habis Rp. 118. 000,-. Rempah-rempah untuk satu bulan. Cabe dan Telur untuk satu pekan.

Tadi jam delapan lebih sedikit berangkat ke pasar dianter Suami. Ini adalah kali pertama kami ke pasar di tahun 2017. Saya ke pasar selalu ditemani Suami, mengingat banyaknya mudharat kalo ke Pasar Sendirian.

Jika dulu ke Pasar saya bisa bersikap biasa saja. Karena memang, pasar kan tempat hajatnya Ibu-ibu yaa buat memenuhi kebutuhan pangan keluarga? Kini, setelah dua tahun menikah, pasar tradisional justru menjadi tempat yang asing bagi saya.

Continue reading “Setelah Sekian Lama Tak ke Pasar”

Hapeku Ketinggalan Era

nokiaasha-311
Tuh kan, gambarnya nyomot di google lagi. HP Suami lagi dipake terus siih.. hihihi. Gambar ambil disini.

Kalo jalan-jalan di blog-nya Mbak Endang dan Mbak Diah Didi rasanya mupeng liat hasil jepretannya yang cantik-cantik. Pengen gitu, bisa menghasilkan foto-foto keren buat pendukung di postingan blog-ku.

Sebenernya, Desember lalu bertekad buat nulis one day one post. Hampir tiap hari aku nulis, terutama resep. Karena emang tiap hari aku masak, kecuali hari Ahad. Biasanya kami makan di luar. Tapi kepending dipublish.

Masalahnya adalah, aku nggak punya kamera atau HP dengan resolusi kamera yang bagus. HP-ku masih sama sejak kuliah semester enam. Nokia Asha 311. Dibelikan Bapak, second. Aku nggak pernah beli gadget dan barang elektronik sendiri. Semua yang membelikan orang tua. Kecuali lampu tidur. Aku beli sendiri di Mirota Batik, xixixi.

Continue reading “Hapeku Ketinggalan Era”

Baru Tahu Rasanya…

goodbye-graphic-share-on-myspace
Good bye Dora…

Dulu, saya pernah meledek Feby, anak tetangga yang baru kelas 2 SD. Ia menangis karena Kucingnya mati ketabrak motor.

“Halaah Feb, Kucing doang ditangisi..”

Saat masih ngajar di SD Akhwat Jamillurahman, juga pernah dibuat prihatin sekaligus heran saat mendengar Wali Murid cerita,

“Dulu, kami beli Kucing Persia tujuh ratus ribu Ustadzah. Trus, ditinggal pergi tiga hari (atau seminggu lupa). Udah dikasih makan, tapi makanannya habis. Trus mati deh. Kami ngubur di ujung kompleks sambil nangis bertiga..”

Saya cuma mbathin, “Yaelah, cuma Kucing sampe segitunya sih?”

Continue reading “Baru Tahu Rasanya…”

Intisari, Progo, Fortuna?

20160409_171718
Suami males ke Progo, karena banyak Kasir yang kosong, sedangkan antrian panjang.. -_-“

Abis dari Intisari, beli loyang 22 cm, kocokan tangan, dan perisa pisang Ambon. Ndak ada banderolnya, tapi pede main ambil2 aja. Karena udah ditaksir kira-kira berapa harganya.

Pas nyampe Kasir, sedikit kaget, cuma beli tiga biji benda itu aja udah nyaris 50k. Padahal perkiraanku paling cuma 25k. FYI, bagi emak-emak, selisih 25k itu udah lumayan. Lumayan bisa buat beli minyak goreng seliter, gula pasir setengah kilo, dan telur seperempat. Continue reading “Intisari, Progo, Fortuna?”

Tahan Jemari dari Ngomongin Politik yaa Buibu…

social-med
Sumber Gambar

Kalo boleh menganjurkan nih ya.. Saya sangat menganjurkan agar Ibu-ibu menahan jemari dari mengomentari dan beropini terkait isu-isu politik atau berita-berita pengalih lainnya yang tengah berkembang kini. Kecuali, memang memiliki kapasitas yang memadai, dan dapat bertanggungjawab terhadap tulisannya, tanpa bawa-bawa perasaan. Continue reading “Tahan Jemari dari Ngomongin Politik yaa Buibu…”

Wanita Senja

wanita-senja
Sumber Gambar

Sabar itu milik hamba-hamba pilihan ALLAH. Sungguh, kesabaran yang dimiliki seorang muslim merupakan salah satu rahmat terbesar dari ALLAH.

Bagaimana tidak? Sabar adalah amalan yang sangat berat dilakukan. Itulah mengapa, ALLAH janjikan pahala berlimpah dan surga bagi orang-orang penyabar.

Terkadang, ALLAH menguji hamba-Nya yang beriman melalui anak-anak, suami/isteri, tetangga, ekonomi, dsb. Apakah dengan ujian yang diberikan, akan menjadikan seorang hamba semakin bertakwa, atau justru meninggalkan ALLAH? Continue reading “Wanita Senja”

Saat Air di Batam Mendadak Mati

adhya-tirta-batam
Sumber Gambar

Kalo air di Batam mendadak mati, bisa bikin ketar-ketir Ibu Rumah Tangga. Karena, disini nyaris nggak ada sumur akibat tanah Batam berjenis Bauksit. Pasokan air saat ini hanya dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) saja.

Nah, saya jadi bersyukur banget, saat ini masih jadi warga Jogja. Dimana Sumur masih mudah dibuat dan ditemukan. Bahkan, sebagian besar warganya, masih mengandalkan air sumur sebagai kebutuhan pokok yang amat krusial. Kalaupun pake PAM, paling tidak, kalo lagi macet, bisalah ‘ngangsu’ di sumur tetangga. Continue reading “Saat Air di Batam Mendadak Mati”