Penyimpangan-penyimpangan yang Biasa Dilakukan Wanita

lalaaApakah penyimpangan-penyimpangan wanita itu?

1. Tidak sopan kepada Orang Tua

Rupanya sifat kasar itu tidak hanya ada pada laki-laki. Kadang-kadang ada wanita yang bersifat kasar kepada orang tuanya, tidak menjaga lisannya dan menganggapnya mereka seperti temannya sendiri sekali pun ia sudah ngaji.

Bahkan ada sebagian wanita yang mengganggap Ibunya seperti Budak, misalnya menjadikannya Pengasuh bagi anak-anaknya, dll.

Seyogyanya, seseorang yang sudah ngaji dan berilmu bisa menunjukkan akhlaq yang baik terhadap kedua Orang Tuanya dengan berkata-kata yang semakin halus, sehingga mereka terbuka untuk menerima ilmu yang kita miliki. Karena tidak sedikit orang yang sudah ngaji menjadi hakim bagi orang tuanya yang masih awwam.

Padahal kita diwajibkan untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua Orang Tua seperti firman ALLAH dalam Surah Al-Israa ayat 23 :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ……

“ALLAH telah memerintahkan kepada engkau agar engkau beribadah hanya kepada ALLAH saja dan tidak boleh beribadah kepada selain ALLAH dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua…..”
Continue reading “Penyimpangan-penyimpangan yang Biasa Dilakukan Wanita”

Advertisements

Barisan Aksara Penyambung Lidah Langit

1012243_10153100357580195_1358056429_nMaa syaa ALLAH.. Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Hari Ahad ini, agaknya lebih semarak dari hari-hari ahad sebelumnya, alhamdulillahiladzhi bini’matihi tattimusshalihat. Setidaknya, sepanjang hari ini lelahku terbayar sudah dengan perkara-perkara yang bermanfaat bagi diriku khususnya, dan teman-teman semua pada umumnya.

Yang bikin hepi itu, pagi ini juga ada kajian dari KISMIS, yang dibentuk oleh Takmiroh Masjid Ibnu Sina FK UGM. Yang istimewa ituuuu.. Pematerinya adalah… aaaakhh.. Mbak Athirah Mustajab. Siapa sih beliau ini? Kok aku sampe segitunya yak? Hehehe. Jadi, Mbak Athirah ini adalah salah satu Alumni Ma’had Ilmi’ Yogyakarta yang pernah mencicipi rasanya tinggal di Negeri Jiran. Nah, beliau juga merupakan tim redaksi dan editor di beberapa situs islami seperti yufid, muslimah.or.id, dan muslim.or.id. Seneng, selama ini mengenal Mbak Athirah cuma via Whatsaap aja sewaktu aku didapuk jadi Tim Konten di musli**h.or.id. Ehh.. tadi bersua juga, bisa ngobrol pula dengan beliau meski cuma sebentar. Maa syaa ALLAH. Continue reading “Barisan Aksara Penyambung Lidah Langit”

Renungan Sepanjang Masa

ibuKenalkah antumma dengan Imam shalat di Masjidil Haram, yang suaranya begitu merdu dan hampir tidak ada Manusia Muslim yang belum pernah mendengarkan lantunan Al-Qur’an yang dibacakannya? Ya… dialah Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais. Kiranya, apa sebab utama yang menjadikan beliau atas ijin ALLAH Subhanahu wa Ta’ala seorang yang diberi amanah mengimami jutaan Umat Manusia di Negeri yang paling mulia, dan Masjid yang paling mulia pula? Sebab utamanya adalah doa amarah Sang Ibu. Yaa… doa amarah Sang Ibu.

Maa syaa ALLAH..

Saudaraku sesama muslim yang dirahmati ALLAH, dimana pun kalian berpijak kini di Bumi ALLAH, semoga ALLAH senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Memberi kelembutan di hati kita, agar selalu menyayangi terhadap sesama, terutama, kepada mereka, Jendela Tua yang sudah beranjak senja, yang di kedua sudut matanya kini mulai temaram, mentari yang dulu bersinar pada setiap tatapannya, mulai meredup seiring berjalannya masa. Siapalah, jika bukan Orang Tua kita, Ayah dan Ibu…

Renungkanlah, hadirkan hati ketika menyelami barisan tulisan ini,

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapimu dan memandikanmu..

Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam..

Kau tahu apa yang dirasakan Ibumu?

Lalu kau beranjak 2 tahun, dia ajari engkau berjalan..

Balasanmu, engkau kabur saat dia memanggilmu..

Kau tahu apa yang dirasakan Ibumu? Continue reading “Renungan Sepanjang Masa”

Menyadari Banyaknya Kesibukan di Masa yang Akan Datang

317827_343997095695405_990343184_nAgaknya sudah lama saya ndak ikut kajian Ustadz Aris Munandar -Hafidzhahullahu Ta’ala- pada kajian rutin Sabtu-Ahad. Iya sih, dua bulan terakhir ini tersibukkan dengan banyaknya kegiatan di sekolah dan kampus. Nyesel banget, ketika Ahad kemarin tau-tau materinya sudah mendekati bab terakhir. Tau nggak materinya apa? Kalo mau baca tuntas tulisan ini sampai akhir itu rasanya nohok banget, disini ini.. tepat di hati. Kenapa coba harus “Pas ngena banget” gitu, kayak lagi dikuliti dan disindir habis-habisan pas dengerin beliau baca Kitabnya. Akhhh..! Sudah, sudah.. prolognya jangan kepanjangan.. #opsst.. 😀

Banyaknya orang yang diperdayakan oleh setan dengan dihalang-halangi dan dipalingkan dari menuntut ilmu. Dia menyangka bahwa mencari ilmu syar’i tidak perlu sekarang. Karena belajar membutuhkan kejernihan pikiran dan ketika kosong dari segala kesibukkan. Dan sekarang bukan saat yang tepat untuk belajar. Tetapi menunggu hingga peluangnya banyak yaitu ketika kuliah sudah selesai sehingga bisa fokus untuk belajar ilmu syar’i. Continue reading “Menyadari Banyaknya Kesibukan di Masa yang Akan Datang”