Wahai Jiwa

407279_343864465633628_1882418483_nWahai Jiwa…

Apa yang kau tunggu?

Derap-derap langkahmu akan membawamu pulang..

Ya, pulang ke Negerimu…

Yang kusebut Negeri Akhirat…

Wahai Jiwa…

Hari ini kau tertawa riang, mengencangkan otot-otot perutmu…

Tidakkah Kau ingat, saat ini, satu detik atau dua detik, menit-menit yang akan datang, bisa jadi kuburmu tengah digali?

Continue reading “Wahai Jiwa”

Advertisements

Sebuah Puisi Cinta Untukmu, Wahai Anakku

aaaaaaaaaaa“Ibu itu Madrasah bagi anak-anaknya… Ibu itu Madrasah bagi anak-anaknya…”
Kalimat itu terngiang sepanjang perjalan dari Sekolah menuju Rumah..
Ah.. ya.. Nasehat indah yang kudengar satu tahun yang lalu..

Bersama mereka, anak-anak Didikku..
Kutemukan kebahagiaan..
ketika melihat mereka bersemangat menyongsongku di tangga Sekolah..
Memeluk dan mencium pipi dan tanganku…
Membisikkan kata rindu..
Bertanya banyak hal..
Bercerita apapun.. Continue reading “Sebuah Puisi Cinta Untukmu, Wahai Anakku”

Sepotong Hati di Bumi Suriah

540983_603907779636882_1045935729_nAssad!
Kau letakkan dimana sepotong Hati Manusiamu?
Kau pisahkan kami dengan Ummi dan Abi…
Bukan untuk sementara, tapi selamanya…
Kau binasakan mereka di depan kedua jendela hati kami…
Apa Kau tak berayah dan beribu?
Assad!
Kami ketakutan di Kolong Langit..
Perut kami melolong kelaparan…
Dahaga kami gersang dan kerontang…
Mengapa Kau masih mencabik penderitaan kami dengan dentuman Meriam di atas kepala kami?

Continue reading “Sepotong Hati di Bumi Suriah”