Jalan Dakwah, Tauhid Dulu…

loveDakwah bukan saja hanya sekedar menyeru kepada kaum Muslimah untuk menutup aurat, memperhatikan adab interaksi dengan ajnaby, mengkampanyekan anti riba, menegur Mbak-mbok yang berselfie, memerdekakan hak bercadar, bercelana cingkrang, dan lain-lain. Bukan kesemua itu tidak penting untuk didakwahkan, namun ada yang luput yang seharusnya menjadi prioritas utama kita dalam berdakwah, yakni Tauhid.

Dari Ibnu Abbas -radhyallahu ‘anhu-, dia menuturkan bahwa ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal -radhyallahu ‘anhu- ke Yaman, beliau bersabda :

“Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain ALLAH -dalam riwayat lain: kepada tauhidullah-. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa ALLAH telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka beritahukanlah kepada mereka bahwa ALLAH telah mewajibkan kepada mereka sedekah yang diambil dari orang kaya mereka lalu dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka jauhilah harta mulia mereka. Takutlah kamu terhadap doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada penghalang antara dia dan ALLAH (Hadist Riwayat Bukhari no 1395 dan Muslim no 19).

Continue reading “Jalan Dakwah, Tauhid Dulu…”

Tauhid : Pelajaran Seumur Hidup dan Prioritas Dakwah Untuk Keluarga

tanya_jawab_ringan_seputar_tauhid_by_beginwiths-d798tmaBismillaah..

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tattimush sholihaat, segala puji bagi ALLAH Pemilik semesta dan seisinya, pemilik hati dan ruh kita. Belakangan saya menyadari, dari banyaknya file-file tulisan di draft blog maupun folder pribadi di laptop yang belum diterbitkan, isinya curhatan melulu. Tetiba saya merasa malu, masa iya sih orang lain baca curhat-curhat enggak penting saya melulu? Meski terkadang ada hikmah yang diselipkan. Masa iya sih saya cuma banyak berkomentar tentang fenomena A, I, U, E O melulu di medsos? Lha.. tujuan pembuatan blog ini sendiri adalah untuk berdakwah, meski ilmu saya seujung kuku pun enggak ada. Tapi mudah-mudahan tulisan saya bisa diambil faidahnya bagi pembaca.

Finally, semalam saya dan suami membuat rutinitas baru supaya komunikasi dan kebersamaan kami di rumah menjadi semakin berkualitas. Kami menyusun jadwal khusus untuk mempelajari kembali Kitab Tauhid, terjemahan dari Kitab At Tauhid, alladzi Huwa Haqqullah ‘alal ‘Abid karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab -rahimmahullahu ta’ala-.

Pasalnya, Tauhid adalah pondasi dalam menjalani Agama Islam. Seperti halnya pohon, ia tidak akan kokoh jika akarnya rapuh dan cacat. Begitu pentingnya Tauhid, tidak bisa jika hanya bermodal membaca buku dan kitab tanpa bimbingan Guru atau Ustadz karena pasti banyak salahnya. Tidak bisa mempelajari Tauhid hanya dalam rentang waktu sehari dua hari. Karena hakikatnya, belajar Tauhid itu memerlukan waktu yang demikian panjang, bahkan seumur hidup. Sebab, Tauhid itu bukan sekedar mengucapkan la ilaha illallah di lisan saja, namun bermakna luas yang menjamin keselamatan kita di akhirat, atau justru mejerumuskan ke dalam neraka. Continue reading “Tauhid : Pelajaran Seumur Hidup dan Prioritas Dakwah Untuk Keluarga”