Ibu, Engkau Kuncinya

1c25f4d4ec225ba77ff9785881adb3b2
Sumber : Pinterest

Seorang anak, tidak dapat memilih akan terlahir dari seorang Ibu yang seperti apa?

Si Miskin, ingin terlahir dari Ibu yang kaya raya dan bisa memberinya apa saja?

Si Kaya, ingin dilahirkan dari Ibu yang penuh perhatian dan kasih sayang. Miskin tak mengapa, asal kebahagiaan bersama Ibunya melimpah.

Namun, tak sedikit anak yang amat berharap, terlahir dari Ibu yang shalihah, lemah lembut, jujur, penuh pengertian, berwibawa, dan kaya hati.

Meski tak jarang pula, ada anak yang tidak menyukai gaya mendidik Ibunya yang over protective, pen-dikte, dan lain sebagainya.

Continue reading “Ibu, Engkau Kuncinya”

Advertisements

Me Time?

30Pekan lalu, saya membaca artikel terkait “me time” yang belakangan digandrungi oleh sebagian Ibu Rumah Tangga. Alasannya, para Ibu-ibu ini merasa memerlukan waktu untuk sendiri, bebas sejenak dari rutinitas yang itu-itu saja, dengan rumah yang semrawut karena kreatifitas anak-anak, dengan kepulan asap dapur dan bau bawang, inginnya free barang sehari untuk memanjakan dirinya agar tidak stress.

Disadari atau tidak, pola aktifitas sebelum dan setelah menikah itu sangat berbeda sekali. Jika sebelum menikah, ketika jenuh dengan seabrek tugas kuliah yang menumpuk dari Dosen, laporan, RPP, atau dikejar deadline Soal UTS untuk Siswa-siswi di tempat saya mengajar, maka saya meluangkan waktu untuk makan Risoles favorit di Food court Progo ditemani Madina, atau jalan-jalan sore ke Malioboro. Continue reading “Me Time?”

Jangan Coreng Kemuliaan Cadarmu dengan Buruknya Akhlaq

ooApa yang Salah?

Sering mendengar kisah tentang akhwaat bercadar yang pada awal hijrahnya mendapat pertentangan keras dari kedua orang tua dan keluarganya. Ada yang diusir dari rumah, ada yang cadar dan jilbabnya sampai digunting, bahkan ada yang sampai kabur dari rumah karena kerasnya pertentangan dari keluarga.

Awal hijrah, saya juga mendapat pertentangan dari kedua orang tua. Itu waktu belum pakai cadar ya, baru mulai mengenakan hijab lebar. Orang tua fine-fine saja kalau saya berjilbab. Hanya masalahnya, orang tua tidak melihat tahapan proses saya ketika memutuskan berhijrah dari jaman jahiliyyah hingga berhijab syar’i. Dari pakai jilbab yang istilahnya Senin-Kamis (dipakai ketika ke kampus saja), itu pun masih pakai jilbab paris kok tiba-tiba berubah totalitas mengenakan Gamis, Jilbab Segiempat 150 x 150 centimeter, serta lengkap mengenakan kaos kaki dan manset. Orang tua mana yang tidak heran dan bertanya-tanya, “Ini anakku kenapa ya? Kok drastis banget berubahnya? Ada apa? Belajar agama dimana?” Continue reading “Jangan Coreng Kemuliaan Cadarmu dengan Buruknya Akhlaq”

Agar Mudah Memperoleh Ijin Bercadar

cadarKita semua memahami, bahwa cadar masih demikian asing di Masyarakat kita. So wajar, Orang Tua dan keluarga memiliki kekhawatiran berlebih ketika kita memutuskan bercadar. Lebih-lebih kini cadar dikait-kaitkan dengan aliran tertentu. Nah, sikap hikmah yang dapat ditempuh oleh akhwaat yang sudah mantap bercadar adalah, tidak grusa grusu.

Awali lah hijrah dengan melembutkan akhlaq kepada kedua orang tua, keluarga, tetangga, dll. Perbaikilah tabiat buruk, bantu Ibu masak, beberes rumah, atau kalo jauhan ya sering-sering telepon, ajak Ibu atau Bapak ngobrol. Sesekali, ajak teman-teman yang sudah bercadar main ke rumah, tunjukkan etika dan adab yg baik ketika srawung dengan keluarga

Continue reading “Agar Mudah Memperoleh Ijin Bercadar”

Jangan Lagi Tanya “Kapan?”

wheeenKetika belum lulus, ditanya.. “Kapan wisuda?”

Setelah Wisuda ditanya, “Kapan nikah?

Setelah Nikah ditanya, “Kapan punya anak?”

Setelah punya anak ditanya, “Kapan hamil lagi?”

Asal jangan ditanya, “Kapan Suami nikah lagi?” hahaha, bisa kena tendang tuh.. 😀

Kalau saya pribadi, santai aja mah kalau ada yang tanya begitu. Enggak yang tiba-tiba menjadi sedih, galau, merana, dan gundah gulana. Cuma bingung aja mau jawab apa selain “Doakan yaa, segera?” atau “Belum tau..”, “Belum nih, kamu kapan?” #malah balik nanya 😀 Asal jangan coba-coba tanya yang point terakhir aja yah? Bener-bener ta tendang soalnya, xixixi.

Hmm.. itu kalau saya yah? Mungkin, di luar sana ada yang jauh lebih sensitif ketika menghadapi pertanyaan begitu. Alih-alih ingin berbasa-basi, mengakrabkan diri, mencairkan suasana, atau kalimat intro ketika ada keperluan, eh malah mendadak jadi drama queen. Yang ditanya, jadi melow-melow bombay, jadi murung, diem, kepikiran, dan kawan-kawannya.

Continue reading “Jangan Lagi Tanya “Kapan?””

Menjadi Istri Shalihah, Tidak Semudah Teori

9626c44a20dc4bb6698b19a91163dacdMenjadi Isteri Shalihah itu tidaklah semudah teori-teori yang tertuang pada buku-buku bertema pernikahan mau pun artikel bertema serupa…

Sebelum menikah, bercita-cita ingin menjadi Istri yang shalihah, qana’ah, tidak pernah mengeluh, selalu menyenangkan Suami, patuh kepada Suami dalam koridor syariat, dll..

Realitanya? Sulit…

Sulit bukan berarti mustahil…

Ingin menjadi Istri qana’ah, seperti Tokoh Halimah dalam Novel Sandiwara Langit karya Ustadz Abu Umar Basyier..
Kenyataannya, ketika Suami gajian :

“Mas, boleh ya ke Salon?”
“Mas.. Nanti ke Mirota ya, beli ini, beli itu…”
“Mas.. Kuota Internet di rumah kayaknya udah limit deh..”
“Mas.. Beli Bakso yuk? Makan Steak di WS yuk? Makan Sapi Goreng di SS yuk…”
“Ihhh… Gamisnya cantik, beli ya? Beli ya? ya.. ya.. yaa…?”

Continue reading “Menjadi Istri Shalihah, Tidak Semudah Teori”

Kemudahan Syariat ALLAH di Balik Jilbab Syar’i

Bukan Jilbab Syar'i
Bukan Jilbab Syar’i

Istilah “Jilbab Gaul”, “Jilbab Modis”, atau “Jilbab Keren” tentu tidak asing lagi di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan menggunakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang ini. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku, dan tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Padahal, bukankah ALLAH ta’ala yang mensyariatkan hukum-hukum dalam islam lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi hamba-hambaNya dan Dia-lah yang mensyariatkan bagi mereka hukum-hukum agama yang sangat sesuai dengan kondisi di setiap jaman dan tempat? ALLAH Ta’ala berfirman :

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
“Bukankah ALLAH yang menciptakan (alam semesta beserta isinya) maha mengetahui (segala sesuatu)? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui…” (Surah Al Mulk ayat 14)

Continue reading “Kemudahan Syariat ALLAH di Balik Jilbab Syar’i”